Kearsipan

JENIS_JENIS ARSIP:

Arsip dapat digolongkan atas berbagai jenis atau macam, tergantung dari sisi peninjauannya, antara lain:

A. Berdasarkan Fungsi

Menurut fungsi dan kegunaanya, arsip dapat dibedakan menjadi:

(a)    Arsip dinamis, yakni arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam  perencanaan,

pelaksanaan, dan atau penyelenggaraan administrasi perkantoran.

(b)   Arsip statis, yaitu arsip yang tidak dipergunakan lagi secara langsung dalam perencanaan,

pelaksanaan, dan atau penyelenggaraan administrasi perkantoran, atau sudah tidak dipakai

lagi dalam kegiatan perkantoran sehari-hari.

B. Berdasarkan Nilai Guna

Ditinjau dari segi kepentingan pengguna, arsip dapat dibedakan atas:

a. Nilai guna primer yaitu : nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan untuk kepentingan

lembaga/instansi pencipta atau yang menghasilkan arsip. Nilai guna primer meliputi:

– Nilai guna administrasi yaitu : nilai guna arsip yang didasarkan pada kegunaan untuk

pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga/Instansi pencipta arsip.

– Nilai guna hukum yaitu : arsip yang berisikan bukti-bukti yang mempunyai kekuatan

hukum atas hak dan kewajiban warga negara dan pemerintah.

– Nilai guna keuangan yaitu : arsip yang berisikan segala hal yang menyangkut transaksi

dan pertanggungjawaban keuangan.

–           Nilai guna ilmiah dan teknologi yaitu :  arsip yang mengandung data ilmiah dan

teknologi sebagai akibat/hasil penelitian murni atau penelitian terapan.

b. Nilai guna sekunder yaitu : nilai arsip yang didasarkan pada kegunaan arsip sebagai

kepentingan lembaga/instansi lain, dan atau kepentingan umum di luar instansi pencipta

arsip, serta kegunaannya sebagai bahan bukti pertanggungjawaban kepada

masyarakat/pertanggungjawaban nasional.

Nilai guna sekunder, juga meliputi:

a. Nilai guna pembuktian, yaitu arsip yang mengandung fakta dan keterangan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang bagaimana lembaga/isntansi tersebut diciptakan, dikembangkan, diatur fungsinya, dan apa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, serta apa hasil/akibat dari kegiatan itu.

b. Nilai guna informasi, yaitu arsip yang mengandung informasi bagi kegunaan berbagai kepentingan penelitian dan sejarah, tanpa dikaitakan dengan lembaga/instansi penciptanya.

C.  Berdasarkan sifat

Berdasarkan sifatnya, arsip dapat dibedakan atas :

 a.   Arsip tertutup, yaitu arsip yang dalam pengelolaan dan perlakuannya berlaku ketentuan  tentang kerahasian surat-surat.

 b. Arsip terbuka, yakni pada dasarnya boleh diketahui oleh semua pihak/umum. Berdasarkan tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya

Menurut tingkat penyimpanan dan pemeliharaannya, arsip dibagi atas :

Arsip sentral, yaitu arsip yang disimpan pada suatu pusat arsip (depo arsip), atau arsip yang dipusatkan penyimpan dan pemeliharaannya pada suatu tempat tertentu.

Arsip pemerintah, yang mengandung nilai khusus ada yang disimpan secara nasional di Jakarta yaitu pada Lembaga Arsip Nasional Pusat yang disebut dengan nama ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).

Arsip unit, yaitu arsip yang disimpan di setiap bagian atau setiap unit dalam suatu organisasi. Arsip unit disebut juga arsip mikro atau arsip khusus, karena khusus hanya menyimpan arsip yang ada di unit yang bersangkutan.

D.  Berdasarkan Keasliannya

Menurut keasliannya, arsip dibedakan atas: arsip asli, arsip tembusan, arsip salinan, dan

arsip petikan.

E.  Berdasarkan Subyeknya

Berdasarkan subyek atau isinya, arsip dapat dibedakan atas berbagai macam, misalnya: Arsip

keuangan, Arsip Kepegawaian,

Arsip Pendidikan, Arsip Pemasaran, Arsip Penjualan, dan sebagainya.

F.  Berdasarkan Bentuk dan Wujudnya

Menurut bentuk atau wujudnya, arsip terdiri dari berbagai macam, misalnya surat (arsip

korespondensi) yang dalam hal ini diartikan sebagai setiap lembaran kertas yang berisi

informasi atau keterangan yang berguna bagi penyelenggaraan kehidupan organisasi.

G. Berdasarkan Sifat Kepentingannya

     Arsip penting, yaitu arsip yang mempunyai nilai hukum, pendidikan, keuangan,

dokumentasi, sejarah, dan sebagainya.

     Arsip vital, yaitu arsip yang bersifat permanen, disimpan untuk selama-lamanya, misalnya

akte, ijazah, buku induk mahasiswa, dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: